# INFO #

AYO INDONESIA PASTI BISA JUARA UMUM SEA GAMES 2011

Selasa, 12 Februari 2008

PON Terancam Diundur

JAKARTA - Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 Kalimantan Timur, tampaknya, kembali diundur. Berbagai masalah, mulai ketidaksiapan tempat pertandingan hingga pemilihan kepala daerah, menjadi ganjalan yang berpotensi menghambat pesta olahraga multieven nasional empat tahunan tersebut. Rencananya, PON dihelat 6-16 Juli di enam kota di Kaltim.

Kenyataan itu terungkap dalam rapat kerja Menpora Adhyaksa Dault bersama panitia besar PON Kaltim dengan Komisi X DPR di Jakarta kemarin (11/2). "Kami segera mengirim tim untuk melihat kesiapan Kaltim dalam menghadapi PON nanti," kata Adhyaksa seusai rapat.

Selain itu, Adhyaksa melihat adanya persoalan internal Provinsi Kaltim, yakni mereka akan menggeber pemilihan kepala daerah (pilkada). Untuk itu, Menpora akan berkoordinasi dengan menteri dalam negeri.

"Kami belum dapat menentukan mundur atau tidak. Keputusan akan diambil setelah tim peninjau kembali dan melaporkan hasilnya," imbuh Adhyaksa.

Pilkada Gubernur Kaltim berlangsung satu bulan sebelum even tersebut dilangsungkan. Banyak pihak yang mengkhawatirkan pelaksanaan pilkada akan menguras konsentrasi panitia besar PON

Itu terjadi karena calon-calon yang bertarung dalam pilkada nanti adalah mereka yang ikut terlibat dalam kepanitiaan pesta olahraga tersebut. Pilkada dijadwalkan berlangsung dua putaran. Skenario awal merencanakan, bila pilkada hanya berlangsung satu putaran, gubernur terpilih dilantik 25 Juni. Namun, kemungkinan tersebut kecil terjadi karena kandidat yang ikut bertarung terdiri atas lima pasang. Maka, mau tidak mau pilkada akan lebih panjang dari 25 Juni.

Anggota dewan Mufidh Rahman menambahkan, pengunduran jadwal tersebut bukan tidak mungkin terjadi. "Kami bersama Menpora serta KONI akan melakukan pemeriksaan langsung dan melihat kesiapan Kaltim, terutama persiapan teknis dan pelaksanaan pilkada," kata Mufid dari Fraksi PKB itu.

Pihak KONI yang juga hadir dalam raker tersebut menjelaskan, hingga saat ini fasilitas pendukung dan tempat pertandingan baru 60 persen yang siap digunakan. Sementara itu, pelaksanaan PON tinggal 4 bulan dari sekarang.

Pelaksana Harian Panitia Besar (PB) PON Kaltim Saiful Teteng hanya bisa pasrah. "Kalau disuruh mundurkan, ya silakan. Kalau tetap seperti jadwal semula, ya syukur juga," ungkapnya.

Dia memilih menyerahkan kepada pemerintah dan KONI serta anggota dewan untuk memutuskan persoalan tersebut. Menurut Saiful, pihaknya telah merampungkan fasilitas perlombaan hingga 80 persen, bukan 60 persen seperti yang dinyatakan pemerintah dan dewan (sumber: Harian JawaPos, 12 Februari 2008)

Tidak ada komentar: