# INFO #

AYO INDONESIA PASTI BISA JUARA UMUM SEA GAMES 2011

Kamis, 14 Februari 2008

Gizi Atlet Mencemaskan

Pelaksanaan PON XVII di Kaltim tinggal lima bulan lagi, tapi persiapan tim jatim masih menemui ganjalan. Kali ini ganjalan berupa gizi atlet jatim yang belum bisa dikontrol. Padahal, faktor gizi sangat mempengaruhi perkembangan atlet selama latihan hingga pelaksanaan PON XVII Juni 2008.

"Kalau gizi kurang, digenjot latihan model apa pun, hasilnya tidak akan bisa maksimal, lebih-lebih bagi olahraga yang membutuhkan ketahanan fisik kuat" tutur dr.Soenarko, anggota bidang IPTEK KONI Jatim, Rabu (13/2).

Hingga kini gizi atlet belum terurus. Para atlet masih bebas menyantap menu sesuai selera, sementara KONI kesulitan mengontrol pemenuhan gizi dari menu yang mereka santap. Ini terjadi karena para atlet tak kunjung masuk asrama. Program masuk asrama ini sebenarnya direncanakan mulai 1 Februari 2008 lalu. Tapi rencana ini berantakan karena KONI tak kunjung menyelesaikan penyusunan daftar cabang olahraga peserta puslatda 2008.

Problem gizi ini tidak pernah terjadi dalam PON-PON sebelumnya, Pengalaman sebelumnya, gizi para atlet sudah diatur ketat, minimal enam bulan sebelum para atlet diturunkan di arena olahraga paling besar di tanah air tersebut. "Waktu yang ideal (untuk pengaturan gizi itu) sekitar enam bulan" katanya.

Kalau kurang dari enam bulan ? "Saya khawatir hasilnya tidak maksimal. Kalau membangun rumah bisa dikebut, begitu waktunya mepet. Tapi kalau membangun fisik orang, kan tidak begitu," katanya. (Sumber:Harian Surya, 14 Februari 2008)

Tidak ada komentar: