Besok hari rabu (30/12/2009) mungkin akan menjadi kado dan hari yg menyenangkan diakhir pengunjung 2009 bagi para atlet asal jatim yang berlaga di Sea Games XXV, Laos. Koni Jatim sebagai induk organisasi tertinggi di Jawa Timut akan membagikan bonus bagi para atlet meraih medali.
Info yang didapat penulis, bagi para atlet peraih medali emas akan mendapatkan 35 Juta. Hal ini patut diapresiakan karena koni Jatim senantiasa memperhatikan kesejahteraan para atletnya bahkan Saat itu (koni jatim berserta anggota komisi E DPRD Jatim)memberikan dukungan langsung dengan berangkat ke Laos dan memberikan tali asih kepada para atlet Jatim yang bertanding. Peraih medali emas mendapatkan USD 300, perak USD 200, dan perunggu USD 100.
Sedangkan Pada SEA Games 2007 di Thailand, bonus Rp 25 juta diberikan untuk peraih medali emas, peraih perak mendapatkan Rp 15 juta, dan atlet yang menuai medali perunggu diberi Rp 10 juta. Ini berarti ada kenaikan sekitar 10 Juta bagi atlet peraih medali emas.
# INFO #
Selasa, 29 Desember 2009
Jumat, 10 April 2009
Update
Saya mohon maaf kepada seluruh pengunjung weblog. Karena Weblog ini jarang diupdate..
Mengingat saia juga sibuk kuliah dan pekerjaan....
weblog ini sedikit demi sedikit akan terus diupdate untuk terus mendukung perjuangan atlet jatim di berbagai kejuaraan baik level internasional maupun nasional....
Mengingat saia juga sibuk kuliah dan pekerjaan....
weblog ini sedikit demi sedikit akan terus diupdate untuk terus mendukung perjuangan atlet jatim di berbagai kejuaraan baik level internasional maupun nasional....
Kamis, 17 Juli 2008
Jatim Juara Sepak Bola Pon XVII KALTIM 2008
Akhirnya cabor sepak bola jatim berhasil mempertahankan medali Emas seperti yang mereka dapatkan di pon XVI di Palembang. Medali emas dari cabang sepakbola ini melengkapi sukses Jawa Timur sebagai juara umum di PON XVII Kalimantan Timur setelah tim besutan Aji Santoso (yang juga mantan pemain team nasional Indonesia) itu menang 1-0 atas Papua Barat di partai final.
Gol tunggal team pon jatim dicetak oleh Rendy Irwan di menit 17 yang juga jadi penentu kemenangan tim sepakbola Jatim di laga yang dilangsungkan di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Kamis (17/7/2008) sore. Adapun Papua Barat mengakhiri pertandingan dengan hanya berkekuatan 10 pemain setelah Edison Ames dikartu merah di menit 88.
Gol tunggal team pon jatim dicetak oleh Rendy Irwan di menit 17 yang juga jadi penentu kemenangan tim sepakbola Jatim di laga yang dilangsungkan di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Kamis (17/7/2008) sore. Adapun Papua Barat mengakhiri pertandingan dengan hanya berkekuatan 10 pemain setelah Edison Ames dikartu merah di menit 88.
Jatim puas terhadap penyelenggaraan PON XVII Kaltim 2008
Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVII/2008 yang berlangsung di Kalimantan Timur akhirnya berlangsung dengan sukses sesuai dengan slogannya yaitu "TRI SUKSES". Tri Sukses yakni Sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, dan Sukses Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang sejak dicanangkan dapat tercapai dengan baik.
Dilihat dari kesiapan, menurut Soekarno marsaid (komandan kontingen pon jatim), menilai persiapan yang dilakukan tuan rumah telah bejalan dengan baik, apakah itu sarana venues, transportasi dan akomodasi, maupun perangkat pendukungnya, semua telah tertata dengan rapi. “Kalaupun ada kekurangan, itu sangat wajar. Apalagi pelaksanaan kali ini harus tersebar di enam daerah yang satu sama lainnya berjauhan tempatnya. Hal inilah yang menjadi bukti bahwa pelenggaraan PON di Kaltim bisa disebut sukses, termasuk juga Samarinda dan daerah lainnya,”
Dikatakan luar biasa, karena penyelenggaraan PON kali ini adalah yang terbesar. Mulai dari cabang olahraganya yang mencapai 43 cabor, kuantitas/jumlah atlet yang ikut bertanding, jumlah kota/kabupaten tempat diselenggarakan pertandingan, hingga jumlah medali yang luar biasa banyaknya. Inilah yang dinamakan PON kali ini sungguh luar biasa.
Selain itu, pelaksanaan PON Kaltim yang menggunakan sistem desentralisasi adalah yang pertama di Indonesia. Sistem desentralisasi itu dinilainya sangat bagus karena memberi kesempatan kepada kabupaten dan kota di sebuah propinsi untuk menjadi penyelenggara PON.
Dilihat dari kesiapan, menurut Soekarno marsaid (komandan kontingen pon jatim), menilai persiapan yang dilakukan tuan rumah telah bejalan dengan baik, apakah itu sarana venues, transportasi dan akomodasi, maupun perangkat pendukungnya, semua telah tertata dengan rapi. “Kalaupun ada kekurangan, itu sangat wajar. Apalagi pelaksanaan kali ini harus tersebar di enam daerah yang satu sama lainnya berjauhan tempatnya. Hal inilah yang menjadi bukti bahwa pelenggaraan PON di Kaltim bisa disebut sukses, termasuk juga Samarinda dan daerah lainnya,”
Dikatakan luar biasa, karena penyelenggaraan PON kali ini adalah yang terbesar. Mulai dari cabang olahraganya yang mencapai 43 cabor, kuantitas/jumlah atlet yang ikut bertanding, jumlah kota/kabupaten tempat diselenggarakan pertandingan, hingga jumlah medali yang luar biasa banyaknya. Inilah yang dinamakan PON kali ini sungguh luar biasa.
Selain itu, pelaksanaan PON Kaltim yang menggunakan sistem desentralisasi adalah yang pertama di Indonesia. Sistem desentralisasi itu dinilainya sangat bagus karena memberi kesempatan kepada kabupaten dan kota di sebuah propinsi untuk menjadi penyelenggara PON.
Senin, 14 Juli 2008
Panjat tebing penuhi target KONI JATIM
Kepastian perolehan medali emas ini diperoleh setelah pada perlombaan panjat tebing di Kompleks Stadion Palaran, Senin (14/7), atlet Jatim berhasil menambah satu medali emas dan satu medali perak.
Satu emas Jatim diperoleh pada nomor beregu putri kategori jalur pendek atasnama Hj Wilda Baco, Imawati, dan Anitama Purnawati dengan poin 10,10,10. Sementara medali perak diraih beregu DI Jogjakarta dan medali perunggu oleh beregu Kaltim A.
Sedangkan di nomor beregu putra kategori rintisan, medali perak berhasil direbut atlet Jatim atas nama Nurmansyah P, Bekti Setiawan, dan Ronald Novar dengan total nilai 103,01. Sementara medali emas oleh beregu DKI Jakarta dengan nilai 104,00dan perunggu oleh beregu Jateng dengan nilai 101,01.
Manajer Panjat Tebing Jatim, Sulistyono Dwi Nugroho usai pertandingan mengatakan, cukup puas dengan hasil yang diraih hari ini. Karena dengan hasil itu, maka tim panjat tebing Jatim mampu memenuhi target KONI Jatim sebanyak tujuh emas.
Dengan sisa pertandingan yang masih sampai 16 Juli,ia cukup yakin akan mampu over target untuk mengejar perolehan medali emas
Satu emas Jatim diperoleh pada nomor beregu putri kategori jalur pendek atasnama Hj Wilda Baco, Imawati, dan Anitama Purnawati dengan poin 10,10,10. Sementara medali perak diraih beregu DI Jogjakarta dan medali perunggu oleh beregu Kaltim A.
Sedangkan di nomor beregu putra kategori rintisan, medali perak berhasil direbut atlet Jatim atas nama Nurmansyah P, Bekti Setiawan, dan Ronald Novar dengan total nilai 103,01. Sementara medali emas oleh beregu DKI Jakarta dengan nilai 104,00dan perunggu oleh beregu Jateng dengan nilai 101,01.
Manajer Panjat Tebing Jatim, Sulistyono Dwi Nugroho usai pertandingan mengatakan, cukup puas dengan hasil yang diraih hari ini. Karena dengan hasil itu, maka tim panjat tebing Jatim mampu memenuhi target KONI Jatim sebanyak tujuh emas.
Dengan sisa pertandingan yang masih sampai 16 Juli,ia cukup yakin akan mampu over target untuk mengejar perolehan medali emas
Jatim dicurangi pada cabor polo air
Wasit yang memimpin pertandingan final cabor polo air Pekan Olahraga Nasional (PON ) XVII di Komplek Stadion Palaran Samarinda Minggu (13/7) malam, mulai tidak fair atas kemenangan tim polo air Jatim. Banyak pelanggaran-pelangaran yang dilakukan pemain-pemain Sumatera Utara terhadap pemain Jatim, namun tidak membunyikan peluit akan tetapi kalau pemain Jatim melakukan pelanggaran langsung di semprit.
Hal ini dikatakan Libert Hutahean yang dalam pertandingan final tidak bisa mendampingi pemainnya, karena terkena kartu merah saat pertandingan babak semifinal. Menurutnya, di pertandingan final ini Sumut banyak dibantu wasit Feris dari Sumatera Barat dan Gamdes dari Jabar. Libert mengatakan cabor polo air Jatim merupakan juara bertahan, dimana pada PON XVI 2004 di Palembang, Jatim berhasil mengalahkan tim polo air Sumut.
Jalanya pertandingan polo air di babak final dimenangkan tim Sumut dengan angka tipis 8-9. Pertandingan dilakukan dalam 4 babak. Babak pertama skor 2-3 untuk Sumut, babak II Jatim unggul 4-2, babak III Sumut unggul l -3 dan dan babak ke IV berbagi angka sama 1-1 total gol yang dicetak 8-9.
Deputi Menpora Prof Djohar Arifin Hussein mengatakan, pertandingan di babak final polo air antara Jatim melawan Sumut merupakan pertandingan ideal, karena kedua tim menunjukkan permainan yang menyerang dan pertandingan ini penuh prestise bagi kedua tim, dan kedua tim ini para pemainnya layak untuk memperkuat tim polo air nasional.
Tentang wasit, Djohar mengatakan bahwa hampir semua cabor mengeluhkan tentang kepemimpinan wasit yang tidak fair. Ke depan, Kemenegpora akan berusaha mengevaluasi secara menyeluruh, dan menjadi perhatian yang serius dan kejadian-kejadian yang dilakukan wasit tidak akan terulang lagi .
Hasil selengkapnya medali emas Sumut, medali perak Jatim dan perunggu DKI Jakarta. Dalam babak final, Jatim menurunkan pemain Harry Wibowo (kiper), Dodik Adi Chandra, Andreas, Achmad, Rinaldo Lamano, Agus Timbul Adi, Handojo Sugiano, wahyu Hidayat, Agus Hari A, Hendrik sugianto (kapten), Yoseph Sianturi, Wedasmoro (sumber: infokom jatim)
Hal ini dikatakan Libert Hutahean yang dalam pertandingan final tidak bisa mendampingi pemainnya, karena terkena kartu merah saat pertandingan babak semifinal. Menurutnya, di pertandingan final ini Sumut banyak dibantu wasit Feris dari Sumatera Barat dan Gamdes dari Jabar. Libert mengatakan cabor polo air Jatim merupakan juara bertahan, dimana pada PON XVI 2004 di Palembang, Jatim berhasil mengalahkan tim polo air Sumut.
Jalanya pertandingan polo air di babak final dimenangkan tim Sumut dengan angka tipis 8-9. Pertandingan dilakukan dalam 4 babak. Babak pertama skor 2-3 untuk Sumut, babak II Jatim unggul 4-2, babak III Sumut unggul l -3 dan dan babak ke IV berbagi angka sama 1-1 total gol yang dicetak 8-9.
Deputi Menpora Prof Djohar Arifin Hussein mengatakan, pertandingan di babak final polo air antara Jatim melawan Sumut merupakan pertandingan ideal, karena kedua tim menunjukkan permainan yang menyerang dan pertandingan ini penuh prestise bagi kedua tim, dan kedua tim ini para pemainnya layak untuk memperkuat tim polo air nasional.
Tentang wasit, Djohar mengatakan bahwa hampir semua cabor mengeluhkan tentang kepemimpinan wasit yang tidak fair. Ke depan, Kemenegpora akan berusaha mengevaluasi secara menyeluruh, dan menjadi perhatian yang serius dan kejadian-kejadian yang dilakukan wasit tidak akan terulang lagi .
Hasil selengkapnya medali emas Sumut, medali perak Jatim dan perunggu DKI Jakarta. Dalam babak final, Jatim menurunkan pemain Harry Wibowo (kiper), Dodik Adi Chandra, Andreas, Achmad, Rinaldo Lamano, Agus Timbul Adi, Handojo Sugiano, wahyu Hidayat, Agus Hari A, Hendrik sugianto (kapten), Yoseph Sianturi, Wedasmoro (sumber: infokom jatim)
Tenis Meja tambah medali emas
Medali emas itu diperoleh pasangan ganda campuran Jatim M Hussein-Christine Ferliana yang berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah Kaltim, Deddy da Costa-Fauziyah Yulianti dengan skor 3-1 Dalam babak final yang berlangsung di GOR PKT Bontang, Minggu (13/7) malam.
Di set pertama, pasangan Jatim sempat tidak mampu mengendalikan permainan pasangan lawan hingga akhirnya kalah dengan skor 7-11. Di set kedua dan ketiga, pasangan Jatim mulai mengembangkan permainan hingga mampu mengalahkan tuan rumah dengan skor masing-masing 11-5. Sementara di set terakhir, Hussein-Christine menutup kemenangan dengan skor 15-13.
"Di set pertama, kami mencoba membaca permainan lawan, baru di set berikutnya, kami baru bisa menerapkan strategi," Chistine usai pertandingan.
Menanggapi kekalahannya, Deddy da Costa mengakui, kemampuan lawan lebih bagus. "Mereka sudah beberapa kali mengikuti pertandingan dan “try out” ke luar negeri," katanya.
Di set pertama, pasangan Jatim sempat tidak mampu mengendalikan permainan pasangan lawan hingga akhirnya kalah dengan skor 7-11. Di set kedua dan ketiga, pasangan Jatim mulai mengembangkan permainan hingga mampu mengalahkan tuan rumah dengan skor masing-masing 11-5. Sementara di set terakhir, Hussein-Christine menutup kemenangan dengan skor 15-13.
"Di set pertama, kami mencoba membaca permainan lawan, baru di set berikutnya, kami baru bisa menerapkan strategi," Chistine usai pertandingan.
Menanggapi kekalahannya, Deddy da Costa mengakui, kemampuan lawan lebih bagus. "Mereka sudah beberapa kali mengikuti pertandingan dan “try out” ke luar negeri," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)